oleh

Kondom vs Virus Aids

Kondom sekarang jadi semacam icon perang melawan AIDS. Propaganda yang besar membuat Kondom menjadikan sebuah bisnis besar dan produknya pun sangat  laku dipasaran. Kondom berawal sebagai sebuah alat kontrasepsi, digunakan untuk membatasi jumlah kelahiran,  sekarang melebar menjadi alat pencegah Penularan Penyakit Menular seksual. Tetapi seberapa jauh kedigdayaan kondom? Sebelas fakta dibawah ini mungkin bisa menjadi awal pemikiran kita tentang bagaimana sebenarnya posisi kondom dalam keamanan “hidup kita”

Fakta:1
Latex kondom dapat memiliki lubang alami yang sekurang-kurangnya 50 kali lebih besar dan hingga 500 kali lebih besar daripada virus AIDS.
Fakta: 2
Dalam cairan semen, HIV bebas berada dalam cairan semen bukan dalam sel atau dalam sel yang berhubungan

Fakta: 3
“Langsung kontak dengan air mani adalah sarana utama penularan HIV seksual. virus gratis ada di air mani, pada konsentrasi setinggi 108 partikel virus per ml. HIV juga ditemukan dalam sperma-bebas cairan pra-ejakulasi diperoleh dari laki-laki HIV-positif. “

Fakta: 4
Lebih dari satu juta partikel berukuran HIV, melewati satu sentimeter persegi karet dalam waktu 30 menit. Ini adalah tingkat lebih dari 33.000 partikel / menit, hampir 560/second. Tidak diketahui betapa sedikit virus HIV diperlukan untuk infeksi terjadi.

Fakta: 5
Tingkat sel-bebas HIV dalam air mani dapat bervariasi. Jumlah sel-bebas HIV berkisar dari beberapa ratus hingga satu juta per ml air mani yang terinfeksi.

Fakta: 6
Setiap tindakan seks menghasilkan sekitar 3,3 ml semen.
Fakta:7
SIV, versi virus liar  HIV, adalah sama dengan HIV dan model SIV diakui oleh UNAIDS.

Fakta: 8
Ketika SIV ditransmisikan ke vagina, sel-bebas SIV adalah 10.000 kali lebih efisien dalam menginfeksi melalui vagina dari SIV terkait sel.

Fakta:9
Ada 9 viral load yang tinggi pada semua tahap penyakit HIV dan viral load meningkat 7 kali lipat selama perkembangan penyakit.
Fakta:10
“Tes HIV tidak dapat mendeteksi tingkat awal terjangkitnya HIV. Bahkan jika gagal tes untuk mendeteksi HIV, tingkat terdeteksi HIV tidak setara untuk menjadi terbebas dari penyakit HIV. Pasien masih dapat menular dan risiko penularan masih bisa.”

Fakta: 11
Beberapa orang menjadi terinfeksi bahkan hanya sekali  atau hanya beberapa kali kontak seksual dengan pengidap HIV.

Catatan :
– Direktur Jendral WHO , Hiroshi Nakajima (1993) , menyatakan bahwa Kondom tidak efektif untuk cegah Aids.
– Harvard Aids Institute, J Mann, menyatakan ,”tingkat keamanan kondom hanya 70%.”
– Division of Pshysical Science, Maryland USA, Carey (1992), menemukan dari 89  Kondom berbagai merk yang diperiksa, 29 nya terdapat kebocoran.
– Pori pori kondom berdiameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila meregang, pori pori bisa mencapai 10 kalinya, sementara virus HIV hanya berdiameter 1/250 mikron, dengan begitu virus HIV dengan mudah menembus pori pori kondom.
– Di Indonesia, pada tahun 1996 yang lalu, kondom diimpor dari Hongkong, terbukti setelah pengecekkan secara random bocor sebanyak 50%.

Sumber informasi :
http://www.unitedforlife.com/condomhiv2.html

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *